Top

4 Tahap Menulis yang Perlu Diaplikasikan pada Anak Sejak Dini

21 November 2022

Selain mengekspresikan diri secara verbal atau dengan berbicara, beberapa anak gemar mengekspresikan diri dengan tulisan. Bagaimanapun cara anak mengekspresikan diri tentu akan sangat berguna bagi perkembangan anak, karena dengan kemampuan ini anak bisa menyalurkan bakat, mengungkapkan perasaan, dan bahkan mampu menurunkan tingkat stres anak.

Anak usia dini masih memiliki keterbatasan dalam hal keterampilan menulis. Peggy Kaye, seorang pakar pendidikan, menuliskan dalam sebuah jurnalnya:

Kemampuan anak Anda dalam menulis bergantung pada kemampuannya dalam menguasai aneka keterampilan literasi, antara lain adalah kemampuan mengenal huruf, menafsirkan suara, dan kemampuan anak dalam mengartikan kata dalam bentuk cetak (tulisan).

Meskipun setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam hal keterampilan menulis, tapi tentu saja Bunda perlu memahami 4 tahap keterampilan menulis. Mengapa? Karena dengan memahami hal ini, Bunda bisa memberikan stimulasi kepada sang buah hati agar ia bisa mulai belajar menulis sesuai dengan kemampuannya, tanpa ada unsur pemaksaan atau keharusan untuk bisa menulis dengan sempurna dan secara instan.

Berikut ini adalah 4 tahap menulis yang perlu Bunda ketahui dan perlu Anda ajarkan kepada sang buah hati!

1. Scribble Stage (Tahap Mencoret atau Membuat Goresan).

Dalam tahap ini, anak mulai gemar membuat coretan-coretan dengan pensilnya. Biasanya anak suka membuat coretan di kertas, di buku, di lantai, di dinding, atau dimanapun ia bisa membuat coretan.

Agar keterampilan ini bisa berkembang secara positif, Bunda bisa menyediakan kertas HVS bekas di ruangan bermain anak, agar anak bisa mengambil dan menggunakan kertas bekas tersebut untuk membuat coretan-coretan. Bunda juga bisa menempelkan kertas manila besar di dinding, dan memperbolehkan anak untuk mencoret-coret kertas manila yang sudah menempel di dinding.

Bunda perlu menghindari sikap melarang apalagi memarahi anak, saat ia secara sengaja atau tidak sengaja membuat coretan di dinding atau di lantai ruangan. Perlakuan yang demikian bisa mengurangi semangat anak dalam berlatih menulis atau membuat coretan. Bunda hanya perlu selalu tekun dan sabar mengingatkan si kecil agar membuat coretan-coretan di permukaan kertas saja.

Agar anak semakin piawai dalam hal keterampilan menulis, Bunda bisa mengajak anak bermain sambil berlajar dengan aplikasi "Marbel Menulis".

Marbel Menulis 1

2. Linier Repetitive Stage (Tahap Pengulangan secara Linier)

Anak mulai mampu untuk membuat suatu pola coretan yang berbentuk semacam garis horizontal saat anak mencapai tahap ini. Bentuk garis yang bersifat horizontal dan bisa dibuat anak pun ada bermacam-macam, misalnya berbentuk seperti rumput yang tajam, garis yang berbentuk gelombang (seperti gambar gunung-gunung), atau bahkan garis yang bentuknya seperti garis lurus.

Bunda bisa menstimulasi kemampuan anak dalam tahap ini dengan menyediakan lembar kerja yang meminta anak untuk menebalkan pola garis yang horizontal dengan aneka versi.



Contoh lembar kerja tentang membuat garis linier bisa Anda temukan di:

  • Aplikasi Canva
    Salah satu contoh worksheet bisa Anda unduh secara langsung dengan menuliskan pada mesin pencari Canva kata kunci: “lembar kerja anak menarik garis linier."

  • Google Image
    Anda juga bisa menemukan aneka lembar kerja tentang aktivitas membuat garis linier dengan kata kunci di mesin pencari Google Image: “lembar kerja menarik garis linier.”

3. Random Letter Stage (Tahap Menulis Huruf secara Acak)

Pada tingkatan ini, anak sudah mulai mengenal aneka macam bentuk huruf. Beberapa anak mungkin juga bisa mengucapkan nama huruf yang ia tulis. Walaupun bentuk huruf yang ditulis anak kadang kurang rapi, tapi Bunda perlu selalu memotivasinya agar tetap bersemangat dalam berlatih menulis huruf. Semakin intens anak berlatih menulis huruf, maka jemari dan tangan anak akan semakin kuat. Jari dan tangan yang kuat sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam menulis.

Contoh lembar kerja tentang menulis huruf bisa Anda temukan di:

  • Aplikasi Canva
    Salah satu contoh worksheet bisa Anda unduh secara langsung dengan menuliskan pada mesin pencari kata aplikasi Canva kunci: “lembar kerja anak menulis huruf alfabet”.

  • Google Image
    Anda juga bisa menemukan aneka lembar kerja tentang menulis huruf dengan kata kunci di mesin pencari Google Image: “lembar kerja menulis huruf alfabet.”

Agar si kecil semakin mengenal aneka bentuk huruf dan cara membacanya, Bunda bisa mengajaknya bermain sambil belajar dengan aplikasi berjudul "Marbel Huruf".

 

4. Letter Name Writing/Phonetic Writing Stage (Tahap Menulis Huruf Nama/Suara)

Kemampuan anak dalam menulis huruf di tahap ini semakin meningkat. Anak mulai bisa merangkai huruf menjadi kata. Kata pertama yang biasa ditulis anak adalah nama anak, nama Ayah, nama Bunda, tokoh-tokoh kartun favorit, judul film yang anak suka, dan lainnya.

Agar anak bisa semakin terampil menulis nama diri sendiri dan kata lainnya, Bunda bisa meminta anak melakukan aktivitas di bawah ini!

  • Meminta anak menulis nama diri sendiri secara berulang-ulang.
  • Meminta anak menulis nama diri sendiri, nama Ayah, dan nama Bunda di atas kertas manila, lalu meminta anak menghiasinya dengan aneka gambar yang dibuat anak dan dekorasi dengan kertas hias.
  • Mengerjakan lembar kerja anak bertema “Dot-to-Dot” tentang menulis aneka kosakata. Lembar kerja "Dot-to-Dot" bisa ditemukan di Google Image atau aplikasi Canva.

Semoga dengan menyimak artikel ini, Bunda semakin memahami tahap-tahap kemampuan anak dalam menulis dan bisa mengaplikasikannya kepada sang buah hati. Semoga bermanfaat!

Bunda bisa mengajak anak bernyanyi lagu ini, agar si kecil semakin pintar menyebutkan huruf awal dari sebuah kata!

 

Ada berbagai macam cara agar jemari dan tangan anak semakin kuat, sehingga anak semakin mampu menulis huruf dengan lebih rapi. Beberapa cara untuk menstimulasi kemampuan anak dalam menulis bisa Anda temukan pada artikel di bawah ini!

8 Variasi Aktivitas Latihan Menulis Huruf yang Menyenangkan untuk Anak PAUD

Apa Itu Kefasihan Membaca? Mengapa Penting Bagi Anak?


Sumber Referensi:

1. Kaye, P. (2022). Stages of writing development teach your child to write [1]

2. Freepik. (2022). Young mother teaching her son write paper with love [2]

 

Author :Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.