NEWS

Educa Fun Family #5 Goes to LOMBOK-BALI

Semarang, 3 Agustus 2018 pada jumat sore tim Educa Studio beserta keluarga atau yang biasa kami sebut dengan Educa Fun Family bertolak ke Pulau Lombok melalui Ahmad Yani Internasional Airport dengan jadwal penerbangan 22.20 WIB. Educa Fun Family ini merupakan acara tahunan yang selalu diadakan oleh Educa Studio, dan tahun 2018 ini tujuan nya adalah Pulau Lombok dan Pulau Bali. Pukul 22.03 WITA Educa Fun Family sampai di LIA (Lombok Internasional Airport).

Sesampainya di Lombok kami dijemput oleh Pak Rama selaku jasa tour kami, dan kami langsung menuju ke tempat menginap kami yaitu Puri Senggigi di Jalan Raya Senggigi, Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 83335

DAY #1

Selamat pagi Lombok.

Udara segar Pulau Lombok di pagi hari sangat-sangat sejuk, tak kami sangka kalau ternyata di Lombok yang terkenal akan keindahan pantai dan lautnya ini juga memiliki udara yang masih sangat segar, kami kira di Lombok bakalan panas. hehe… Pagi itu kami sarapan dan bergegas untuk berwisata.

Wisata Desa Sukarara Lombok Yang Wajib Di Kunjungi

Selain memiliki keanekaragaman pesona alam yang indah, Pulau Lombok juga terkenal dengan kerajinan tenunnya. Desa Sukarara merupakan desa wisata tenunan di Pulau Lombok. Desa ini berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok. Lokasi ini berdekatan dengan Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Sade, dan Desa Banyumulek. Apabila kita mengunjungi desa ini, maka akan kita temui banyak wanita yang mahir dalam membuat kerajinan tenun khas Lombok. Konon katanya wanita Lombok harus bisa menenun terlebih dahulu sebelum menikah, jika tidak bisa menenun maka tidak diperbolehkan untuk menikah. Alasannya sungguh mulia, yaitu jika seorang wanita bisa menenun maka diharapkan saat sudah berumah tangga kelak wanita tersebut dapat membantu perekonomian keluarganya atau dapat membantu suaminya dengan cara dapat menghasilkan tenunan. Waaaaa mulia sekali yaaa….

Desa Sade Lombok mengenal Rumah adat Sasak

Setelah belajar menenun di Desa Sukarara, kami pun ingin lebih mengenal budaya Lombok dengan berkunjung ke Desa Sade. Desa Sade adalah perkampungan kecil di wilayah kabupaten Lombok Tengah bagian selatan yang di jadikan destinasi wisata. Karena penduduknya masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwariskan leluhur mereka sejak 600 tahun yang lalu seperti bentuk bangunan, adat istiadat, tarian dan permainan musik, gaya berpakaian dan penggunaan peralatan untuk keseharian mereka masih dalam kategori tradisional.

Kami pun mengunjungi seorang nenek tertua di desa ini, menurut keluarganya beliau sama sekali tidak bisa berbahasa lain selain bahasa asli sasak. Beliau menjual pernak pernik khas Desa Sade. Jika berkunjung kesana sempatkan diri untuk mengunjungi beliau dan membeli dagangan beliau ya. Di Desa ini pun para pengunjung bisa membeli kain, bahan baju, ataupun baju hasil dari tenunan para wanita di Desa Sade.  Kualitasnya tak diragukan lagi dan harganya juga terjangkau, kami pun memborong kain disini, hehehe….

Palme Resto Mandalika Lombok

Setelah puas belajar budaya di Desa Sade kamipun makan siang di Palme Resto Mandalika Lombok yang berada di Jl. Raya Kuta, Baturiti, Kuta, Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah. Suasana tempat makan ini nyaman, dan makanannya pun lezat, ada menu makanan yang baru kami jumpai yaitu sayur “ares” sayur ini berbahan dasar dari pelepah pisang muda yang di potong tipis dan dimasak menggunakan santan berbumbu kunyit, rasanya cukup enak seperti bumbu masakan rebung kalau di jawa. Hmmmm makan kami menikmati makan siang hari pertama kami.

Bukit Merese, melihat keindahan laut di atas bukit

Makan siang usai, lanjut perjalanan dong pastinya, kami ke Bukit Merese yang berada di Jalan Kuta Lombok, Pujut, Kuta, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 83573. Wauuuuuuuuuuu….. sungguh luar biasaaa…. hamparan laut luas berwarna biru membentang terlihat dari bukit. Sayangnya rumput-rumput di bukit ini sedang mengering karena memang saat ini memasuki musim panas, tapi tetap tidak mengurangi keindahannya sih…. Kami berharap suatu saat nanti dapat kembali kesini dalam suasana musim semi dan rumputnya hijau. Kami menikmati suasa ini, udara disini cukup sejuk meskipun terpapar panasnya sinar matahari. Kami berjalan kesana-kemari menyusuri Bukit Merese menikmati keindahan Bukit Merese. Setelah cukup puas di Bukit Merese kami turun dan menuju Tanjung Aan lalu kami menyudahi petualangan kami hari ini dengan mengunjungi Masjid Islamic Center dan makan malam makanan khas lombok.

Masjid Islamic Center Lombok

Kami bersyukur karena mendapat kesempatan berkunjung di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat yang mendapat julukan Pulau Seribu Masjid. Tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi salah satu icon pulau ini yaitu Masjid Islamic Center Lombok. Masjid Islamic Center Lombok adalah masjid yang terletak di kelurahan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar di Nusa Tenggara Barat setelah Masjid Raya At Taqwa. masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak. Setelah selesai menunaikan ibadah di masjid ini, kamipun memutuskan untuk makan malam menikmati makanan khas Pulau Lombok.

Taliwang Alam Nyaman

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Lombok jika tidak menikmati makanan khas Lombok yaitu Ayam Taliwang. Kami memilih makan Ayam Taliwang di Taliwang Alam Nyaman, rumah makan ini berada di daerah Kebon Roek, Ampenan Jln. Adisucipto, Depan Anjani oleh-oleh sebelah timur Pasar Kebon Roek, Mataram, Lombok. Kami sangat menikmati jamuan makan malam di rumah makan ini, karena memang rasanya yang enak didukung pula dengan rasa lapar perut kami karena seharian berwisata menikmati keindahan serta belajar adat dan budaya dari Pulau Lombok.

Setelah makan malam usai, kami melanjutkan berburu oleh-oleh camilan khas Pulau Lombok di Anjani Oleh-Oleh yang kebetulan berada didepan lokasi kami makan malam, heheheh

DAY #2

Gili Trawangan 

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Hari yang kami tunggu-tunggu telah tiba, yeahh saatnya snorkling. Sebelum snorkling kami menuju air nya sangat jernih dan banyak jenis ikan yang kami temui, hanya saja karangnya sudah cukup banyak yang rusak, sayang sekali ya. Tapi tak papa lah ya, kami tetap melanjutkan snorkling kami sampai ke tempat snorkling yang selanjutnya yaitu tempat yang terdapat patung dibawah laut

Bukit Malimbu dan Villa Hantu 

Setelah itu kami langsung beranjak ke destinasi berikutnya yaitu Bukit Malimbu. Dari Bukit Malimbu kalian bisa melihat keindahan pantai dan laut yang terhampar luas disana. Sebenarnya keindahan Bukit Malimbu ini bisa lebih maksimal jika kita tepat pada saat waktu matahari terbit atau sunset nya bisa di bilang juara. Namun sayangnya kami kesana tidak pada waktu sunset, tapi itu sudah cukup bagi kami dengan hanya melihat keindahan pantai dan laut di sekitar Bukit Malimbu. Setelah dari Bukit Malimbu kami langsung menuju ke Villa Hantu. Hiiiii.. Villa Hantu? Tenang, jangan takut dulu atau berpikir bahwa tempat ini seram, tidak sama sekali. Villa Hantu sendiri sebenarnya adalah sebuah tempat yang dulunya akan di jadikan sebuah villa, lokasinya tepat di pinggir laut, sungguh indah sebenarnya, namun karena ada permasalahan dari pihak pengelola maka villa yang sudah hampir jadi itu di tinggalkan begitu saja dan menjadi tempat terbengkalai. Tapi jangan salah, dari Villa Hantu ini kita bisa langsung memandang laut luas dan jika beruntung kalian bisa melihat sunset juga.

Salsa Restaurant

Setelah belanja oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat dirumah, tiba saatnya untuk makan malam, dan makan malam kami di Salsa Restaurant Jl. Raya Senggigi No.88, Senggigi, Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355 yang kebetulan dekat juga dengan tempat istirahat kami, karena rencananya sehabis makan malam kami langsung ingin beristirahat karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Bali dengan jadwal penerbangan 06:30 WITA.

GEMPA LOMBOK 7 SR

Namuuuun… tidak kami sangka, selang beberapa saat kami keluar dari Salsa Restaurant, tiba-tiba saja gempa dengan kekuatan 7 SR mengguncang Lombok Utara dan kami yang berada di Lombok Barat pun ikut terguncang oleh kekuatan gempa tersebut. Kami merasakan guncangan yang belum pernah kami rasakan, kami melihat gedung di sekeliling kami roboh, pohon dan tiang listrik bergoyang-goyang, mobil dan kendaraan sepeda motor yang terparkir berjatuhan dan semua orang panik lalu seketika lampu padam. Suasana cukup mencekam malam itu karena isak tangis bercampur dengan suasana panik menyelimuti Pulau Lombok malam itu.

BMKG mengeluarkan waspada berpotensi Tsunami saat itu, kami pun ikut panik karena posisi kami di dekat pantai. Kami berusaha menguatkan satu sama lain dan berusaha untuk tidak panik. Akhirnya kami memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, kami menuju rumah keluarga tour guide kami yaitu Bli Sade yang berada di daerah titik aman. Kami sangat beruntung mendapatkan tour guide seperti Bli Sade dan Pak Ida yang sangat bertanggung jawab kepada kami, kami tidak tahu harus berbuat apa jika saat itu kami sudah berada di penginapan, karena jika kami sudah berada dipenginapan otomatis kami tidak memiliki kendaraan untuk pergi dari penginapan menuju ke lokasi aman.

Sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Bli Sade, semua orang berada di pinggir jalan dengan suasana panik berusaha untuk menyelamatkan diri, tak hanya itu jeritan yang terus saja keluar saat tiba-tiba gempa-gempa susulan. Hingga kami sampai di rumah Bli Sade. Sekali lagi kami beruntung mendapatkan tour guide hebat seperti Bli Sade da Bli Ida, kami tidak tahu harus bagaimana jika kami tidak bersama mereka saat itu. Di rumah Bli Sade kami masih tidak bisa tenang, kami terjaga semalaman. Mereka sangat bertanggung jawab, kami di antar hingga Lombok Internasional Airport pada pukul 03.00 WITA dan di bandara kami masih tetap harus menunggu karena penerangan kami tepat pukul 07.00 pagi. Rasa was-was kami tidak berhenti sampai disitu saja, pesawat yang seharusnya kami tumpangi terkena delay berkali-kali, kami harus menunggu hingga pukul 11.00 siang WITA barulah kami dapat pergi ke Bali. Setelah sampai di Bandara Ngurah Rai Bali, kami langsung gunakan untuk beristirahat atau sekedar mengobrol dan ada yang tertidur. Hingga pada malamnya sekitar pukul 19.00 WITA kami bertolak dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Bandara Adi Sumarmo Solo. Kami berharap untuk saudara-saudara kami di Lombok bisa bangkit dan bisa terus berjuang untuk membangun Lombok lagi. Terima kasih Kepada Bli Ida, Bli Sade dan keluarga yang sudah membantu kami selama disana.