Top

Mengajarkan Kerja Sama kepada Anak? Ternyata Mudah Sekali

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

13 Des 2022

  |  

Parenting

Kegiatan berkelompok atau melakukan kerja sama adalah salah satu aktivitas yang sering dilakukan di satuan PAUD. Ayah dan Bunda perlu mengajarkan kerja sama kepada anak melalui aneka aktivitas dan pembiasaan hidup sehari-hari. Dilansir dari babysparks.com, penulis menjelaskan:

“Mengajari kerja sama kepada anak-anak membuka jalan bagi hubungan yang sehat, produktivitas, dan perasaan menjadi bagian penting dari sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.”

Dengan melakukan kerja sama, anak akan terbiasa menjalin relasi yang baik dengan sesama. Ia juga akan semakin memahami bahwa dengan melakukan kerja sama, ia bisa menghasilkan sesuatu yang lebih hebat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Anak juga akan semakin merasakan akan pentingnya sikap menghormati orang lain, agar ia semakin dihormati serta mendapatkan rasa percaya diri yang lebih besar, ketika hasil kerjanya diapresiasi oleh teman-teman satu timnya.

Ternyata, membiasakan anak agar gemar bekerja sama bisa diajarkan dalam kegiatan sehari-hari, lho.
Ini dia caranya!

1. Memberikan Pemahaman Manfaat Kerja Sama

Ayah dan Bunda perlu menjelaskan kepada sang buah hati akan pentingnya menjalin kerja sama dengan orang lain. Beberapa manfaat bekerja sama adalah agar pekerjaan menjadi lebih ringan, pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, bisa menghasilkan sesuatu atau produk yang lebih berkualitas, dan manfaat lain seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya.

Tanamkan berbagai manfaat kerja sama kepada si kecil secara berkelanjutan dan dengan berbagai media, misalnya dengan media dongeng, lagu edukasi, film, dan lainnya. Salah satu media edukasi yang mengajarkan tentang manfaat kerja sama adalah dongeng di bawah ini.

2. Membiasakan Anak Bersosialisasi

Beberapa anak mungkin membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk bisa menerima keberadaan orang lain yang belum terlalu dikenal. Agar anak terlatih untuk bersosialisasi dan menjalin relasi dengan sesama, Ayah dan Bunda bisa mengajaknya berkunjung ke rumah saudara, kondangan rekan kerja, beraktivitas bersama anak tetangga, atau bermain ke tempat Anda bekerja (selepas jam kerja).

Anak yang memiliki karakter yang baik atau berakhlak mulia pasti akan lebih mampu untuk bersosialisasi dengan baik. Ayah dan Bunda bisa mengajarkan karakter atau akhlak mulia dengan media dongeng berjudul "Akhlak Mulia" atau dengan media gim "Marbel Kebiasaan Baik."

3. Mengajarkan Anak Praktik Kerja Sama

Saat anak selesai membaca buku, Ayah dan Bunda mungkin sering menemukan buku-bukunya berserakan. Bagaimana memberikan perintah yang tepat agar si kecil mau merapikan bukunya? Ayah dan Bunda bisa memberikan kalimat instruksi, “Adik, agar ruangan menjadi terlihat lebih rapi, mari merapikan buku bersama Ayah.”

Selain itu, Ayah dan Bunda bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas merawat kebun bersama, mencuci mobil bersama, memasak bersama, dan aneka aktivitas lain yang bisa dilakukan bersama-sama.

Baca juga:

8 Kegiatan Liburan Edukatif bersama Keluarga yang Bisa Dilakukan di Rumah.

4. Perbanyak Aktivitas Bermain Secara Berkelompok

Ada banyak permainan yang bisa dilakukan secara berkelompok, misalnya monopoli, scrabble, mainan balok, puzzle, dan lainnya. Bila ia memiliki saudara kandung, Ayah dan Bunda bisa meminta sang kakak untuk menemani adiknya bermain. Bila si kecil adalah anak tunggal, Ayah dan Bunda bisa menemaninya bermain bersama dengan media permainan yang bisa dimainkan secara bersama-sama.

Ayah dan Bunda juga bisa mengajak anak bermain bersama dengan aneka media permainan (offline) edukatif di bawah ini:

5. Memberikan Apresiasi

Saat si kecil bisa melakukan kerja sama dengan baik, Ayah dan Bunda bisa memberikan apresiasi dengan memberikan pujian atau hadiah kecil untuknya. Jelaskan kepadanya mengapa ia mendapatkan apresiasi tersebut dan memotivasinya agar semakin rajin serta bersemangat melakukan kerja sama.

6. Melatih Anak Taat Aturan

Dalam sebuah kelompok biasanya ada seorang ketua kelompok dan aturan-aturan yang perlu disepakati. Ajarkan kepada si kecil akan pentingnya sikap taat kepada pemimpin. Bila di rumah, sosok yang perlu ditaati anak adalah orang tua. Saat anak berada di sekolah, sosok yang perlu ditaati anak adalah para guru. Jelaskan kepadanya bahwa sikap taat kepada seorang pemimpin bisa membuat suatu aktivitas kerja sama bisa berjalan dengan baik.

Ayah dan Bunda juga perlu menjelaskan bahwa aturan-aturan juga perlu ditaati oleh semua anggota dalam suatu kelompok. Manfaat dari aturan adalah membuat suatu kegiatan berkelompok bisa berjalan dengan tertib, lancar, dan menghindari terjadinya konflik.

Ayah dan Bunda bisa membuat kesepakatan (sebagai istilah pengganti aturan) bersama si kecil tentang hal-hal apa saja yang perlu ditaati si kecil saat ia berada di rumah, misalnya tidak bermain gawai lebih dari 1 jam, mematikan TV selesai menontonnya, dan lainnya. Jelaskan pula kepada si kecil alasan mengapa kesepakatan itu perlu dibuat.

Menanamkan karakter taat aturan kepada si kecil perlu menggunakan media yang menarik dan menyenangkan, agar ia semakin bersemangat dalam memahami dan menguasainya. Ada lho, sebuah lagu yang mengajarkan makna aturan dan manfaatnya. Silakan coba lagu di bawah ini!

Baca juga:

7 Tips Mengembangkan Perilaku Patuh Aturan pada Anak PAUD

7. Mengajarkan Empati kepada Anak

Agar si kecil terbiasa berinteraksi dengan sesama dan teman sebaya, Ayah dan Bunda bisa mengajarkan kepadanya sikap empati kepada sesama, misalnya dengan menghibur teman yang sedang bersedih, membantu teman yang butuh pertolongan, menemani teman yang sedang bermain sendiri, dan lainnya.

Sikap empati sangat penting diajarkan kepada si kecil agar ia bisa peka terhadap perasaan orang lain, serta bisa membawa diri agar memberikan suasana yang nyaman saat ia bergabung dalam suatu kelompok.

Di era digital seperti saat ini, setiap perusahaan pasti akan berlomba-lomba menjalin kerja sama dengan perusahaan lainnya demi kemajuan perusahaan yang lebih pesat. Ada baiknya bila si kecil perlu belajar melakukan kerja sama dengan pembiasaan sehari-hari seperti yang telah ditulis di dalam artikel ini. Pastikan si kecil senang dan tidak ada unsur paksaan saat belajar tentang kerja sama bersama Ayah dan Bunda.

Sumber Referensi:

1. Freepik. (2022). Asian young happy family activists collecting plastic waste beach asia volunteers [1]

2. BabySparks. (2020). Teaching your child cooperation [2]

3. Freepik. (2022). Cute little asian boy jumping road [3]

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.