Top

Anak Era Digital Perlu Memiliki 6 Karakter Ini, yuk Simak Cara Mengembangkannya!

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

08 Okt 2022

  |  

Parenting

Anak-anak era digital dikenal dengan keahlian mereka dalam menguasai dan memanfaatkan perangkat berteknologi canggih. Anak-anak pada era ini juga memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru dengan perangkat komunikasi, sehingga memiliki pengetahuan yang lebih luas di usia dini. Namun, anak dengan pengetahuan yang luas dan kecerdasan yang tinggi perlu diimbangi dengan kualitas karakter dan attitude yang baik. Seperti dilansir dari Parenting First Cry, Drishti Sethi berpendapat:

"Mengembangkan karakter pada anak-anak di usia dini adalah hal yang penting karena mereka adalah pembelajar yang cepat. Nilai-nilai karakter yang mereka pelajari sejak usia dini akan selalu dibawa dan akan diterapkan di sepanjang hidup mereka."

Pribadi yang berkarakter tentu saja tidak hanya identik menjadi anak yang baik dan tidak pernah neko-neko. Ada beberapa karakter yang perlu dikembangkan dalam diri anak era digital yang bisa menjadi “modal” dalam menggapai cita-cita dan mengembangkan karir di masa depan. Karakter-karakter apa saja itu? Bagaimana cara mengembangkannya?

1. Religius

Pemahaman anak tentang ajaran-ajaran kebaikan akan memiliki kekuatan lebih besar bila semua berlandaskan pada nilai-nilai agama. Orang tua perlu memperkuat iman anak sejak dini, agar ia tidak mengikuti ajaran-ajaran yang kurang sesuai. Orang tua dan guru harus menjadi influencer terbaik bagi anak-anak saat usia dini.

Orang tua bisa mengajak anak untuk beribadah, melakukan kegiatan amal kasih, dan berdoa bersama. Nilai-nilai kebaikan dalam ajaran agama bisa diajarkan melalui media-media menarik, misalnya lagu edukasi, buku atau video dongeng, film tentang kisah tokoh agama, dan lainnya. Ketaatan dan ketakwaan orang tua pada nilai-nilai agama juga sangat penting, agar orang tua semakin mampu menjadi teladan untuk sang buah hati.

2. Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu membuat anak-anak suka belajar, bereksplorasi, beraktivitas, bertanya, bercerita, dan melakukan aktivitas lain yang membuat kecerdasan anak terus berkembang. Agar rasa ingin tahu anak bisa terarah dengan baik, orang tua bisa mengajak anak bermain bersama, berdiskusi bersama, menceritakan sesuatu (dongeng, buku bacaan, dan lainnya), dan mendengarkan serta merespon pendapat anak.

Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu dengan caranya, mengurangi larangan, dan selalu memberikan kata-kata yang motivatif atau pujian saat ia mengerjakan sesuatu yang baik.

3. Ketangguhan (Mental yang Kuat)

Seekor burung rajawali kadang dengan sengaja menjatuhkan anaknya yang berusia 11-12 minggu dari ketinggian. Namun, sang induk tetap menjamin keselamatan sang anak serta siap melindunginya. Bila sang anak dirasa belum cukup mampu untuk terbang, sang induk siap menampung sang anak dengan sayapnya sebelum jatuh ke daratan.

Saat anak berkonflik dengan saudara kandungnya, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikannya secara mandiri. Orang tua juga perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk memakai pakaian dan sepatu sendiri, walaupun ia terlihat kesulitan.

Bila anak benar-benar mengalami kesulitan dan tidak bisa menyelesaikan persoalannya secara mandiri, orang tua bisa datang membantunya. Melalui treatment seperti ini, anak akan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri agar tidak selalu bergantung pada orang tua. 

3. Kreatif

Di zaman digital seperti sekarang, kreativitas sangat berperan dalam keberhasilan seseorang. Orang yang kreatif bisa mengemas sesuatu, (produk, penampilan, dan lainnya) menjadi lebih catchy dan bisa menarik minat banyak orang. Bila seseorang sudah memiliki banyak follower atau subscriber, pundi-pundi uang pun siap mengalir ke rekening.

Orang tua bisa mengajari anak aneka keterampilan kreatif, misalnya kerajinan tangan, bernyanyi, public speaking, menulis, menari, menggambar, dan lainnya. Semakin banyak keterampilan yang dikuasai anak, di masa depan ia akan lebih mudah dalam menjalin relasi, memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri (bersama suatu komunitas), dan tentu saja nantinya bisa mendukung prestasi serta profesinya.

4. Berempati

Sejak anak berusia dini, orang tua perlu membantu anak agar ia memiliki rasa peduli dengan sesamanya. Hal ini akan berguna saat ia harus berelasi dengan banyak orang. Rasa empati bisa membantu anak agar memiliki hubungan yang baik dalam kehidupan sosial, mampu menjaga kerukunan serta hubungan baik, dan bisa bekerja sama dengan setiap orang.

Orang tua bisa membantu anak dalam mengembangkan empatinya dengan mengajarkan cara mendoakan saudara yang sedang sakit, membantu membersihkan rumah, merawat hewan peliharaan dengan baik, menghibur saudara yang sedang berduka, atau melakukan kegiatan amal kasih kepada anak-anak panti asuhan.

5. Percaya Diri

Di media-media sosial banyak bermunculan artis-artis baru. Mereka bisa terkenal karena memiliki kemampuan public speaking, melawak, bercerita, bernyanyi, dan aneka keterampilan lainnya. Mereka juga bisa terkenal karena memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan kamera.

Kepercayaan diri anak bisa dikembangkan dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk mengikuti kursus sesuai bakatnya, berpartisipasi dalam suatu lomba, bergabung dengan komunitas sesuai passion anak, mengajak anak mengikuti acara keluarga, dan membimbing anak agar mau berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat (misalnya bermain dengan anak tetangga atau mengikuti lomba HUT Kemerdekaan RI).

6. Mudah Beradaptasi

Seperti kita tahu, wabah Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan di berbagai bidang. Keterampilan seseorang untuk lebih fleksibel dan mudah beradaptasi sangat penting, agar saat kondisi keluarga, masyarakat, atau negara berubah, ia akan lebih mudah untuk beradaptasi tanpa harus mengalami tekanan batin bahkan depresi.

Agar anak semakin terampil dalam beradaptasi, orang tua bisa melatihnya dengan cara mengenalkan anak pada komunitas baru, mengajak anak untuk ikut ke tempat kerja orang tua, membimbing anak agar tidak hanya nyaman berada dalam satu circle pertemanan saja, mendidik anak agar memiliki teman-teman serta sahabat baru, dan mengajak anak mengunjungi atau berlibur ke tempat-tempat baru (bila perlu menginap dalam jangka waktu lebih dari 1 atau 2 hari).


Sumber Referensi:

1. Sethi, D. (2021). Teaching your children about character traits [1]

2. Ohler, J. (2011). Character education for the digital age [2]

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.