Top

Tips Menstimulasi Kecerdasan Anak Usia 1-2 Tahun

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

08 Juni 2022

  |  

Parenting

Anak usia 1-2 tahun biasanya sudah memiliki kemampuan dalam mengenalikan otot-otot tubuhnya. Di usia ini, anak-anak sudah mulai belajar tentang melakukan sesuatu secara mandiri. Dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya membereskan mainan, merapikan buku, bermain "playdough", makan sendiri, dan lainnya. Anak-anak di usia ini bahkan sudah dianggap mampu melakukan "toilet training", namun tentu saja masih dibawah pengawasan dan bantuan dari orang tua. Menurut para ahli, anak di usia 1-2 tahun memiliki tantangan tersendiri, ia masih perlu belajar untuk mengendalikan emosi dan rasa frustasinya saat ia ada dalam persoalan atau mengalami kesulitan. Ia masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat mengendalikan emosinya. Perkembangan positif anak usia 1-2 tahun adalah ketrampilannya dalam menerima instruksi sederhana. Contoh dari instruksi sederhana adalah meminta anak mengambilkan tisu, membuang tisu ke tempat sampah, dan lainnya.

1. Bertanya secara Berulang-ulang

Hal yang menggemaskan adalah saat ia sering memberikan pertanyaan berulang-ulang kepada orang tua. Orang tua wajib meresponnya secara positif dan penuh kesabaran, agar ia tetap tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi akan sangat baik dalam perkembangan kecerdasan anak di masa depan. Jadi, jika anak bertanya secara berulang-ulang, orang tua perlu menjawabnya secara berulan-ulang pula. Hindari berkata, "Tadi kan sudah Mama beritahu" atau kalimat sejenisnya, apalagi dengan nada bicara yang kurang nyaman didengar oleh anak-anak.

2. Latihan Menerima Instruksi Sederhana

Orang tua perlu melatih anak mengikuti instruksi sederhana. Gunakan kalimat sederhana, namun mudah dipahami anak. Akan lebih baik lagi, bila kalimat itu adalah kalimat ajakan untuk melakukan sesuatu secara bersama. Contoh instruksi sederhana adalah, "Ayo kita merapikan buku ke dalam rak buku."

3. Kesempatan untuk Membangun Kebiasaan yang Baik

Beberapa contoh kebiasaan baik yang bisa diajarkan oleh anak di usia 1-2 tahun adalah mengucapkan terima kasih, menutup pintu toilet setelah menggunakan, mengembalikan buku pada tempatnya setelah selesai dibaca, dan lainnya. Walau pun ada kalanya anak lupa akan kebiasaan baik ini, orang tua tidak boleh lelah untuk mengingatkannya. Saat anak melakukan hal yang tidak terpuji, orang tua juga bisa mengajari anak mengucapkan kata maaf.

4. Suka Mencoba Melakukan Hal yang Baru

Saat Mama menyapu lantai, anak akan mencoba menyapu lantai. Saat Papa membaca koran, anak akan ikut-ikutan membaca koran. Biarkan anak melakukan sesuatu yang telah atau baru saja dilakukan orang tuanya. Karena anak di usia ini memang suka meniru untuk belajar hal yang baru. Orang tua tidak perlu panik, apalagi memarahinya saat melakukan kesalahan. Anggaplah mereka sedang melakukan suatu permainan, bila ia melakukan kesalahan, tidak perlu marah dan panik. Ia hanya perlu dibimbing dan diingatkan untuk lebih berhati-hati.

5. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak

Orang tua perlu memperhatikan agar kebutuhan dasar anak terpenuhi, misalnya kebutuhan makanan yang cukup, gizi yang seimbang, waktu istirahat, serta kebutuhan pakaian yang nyaman dikenakan oleh anak. Anak-anak di usia ini masih memerlukan banyak bantuan dari orang tua agar kebutuhannya bisa terpenuhi dengan baik karena belum memiliki kemampuan yang baik dalam hal kemandirian memenuhi kebutuhan dasar.

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.