Top

7 Tips Mengembangkan Keterampilan Seni pada Anak di Era Teknologi

21 November 2022

Di dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia tidak pernah terlepas dari aktivitas seni. Dilansir dari new.artsmia.org, Stephanie Curry mengatakan:

“Seni bisa menjadi cara yang ampuh bagi kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang emosi dan cerita manusia.”

Agar dalam diri anak semakin tumbuh rasa empati, maka melakukan aktivitas seni adalah hal yang sangat penting. Dengan beraktivitas seni, anak akan semakin mampu memahami satu lain dan tumbuh bela rasa antar sesama teman. Tentu saja masih banyak manfaat seni bagi anak-anak, misalnya sebagai media mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas anak.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Ayah dan Bunda untuk bisa mengembangkan keterampilan anak dalam berkesenian. Yuk, kita simak bersama!

1. Pemanfaatan Media Teknologi sebagai Sumber Inspirasi

Teknologi sangat berperan penting dalam menemukan inspirasi. Beberapa contoh diantaranya adalah di bidang seni berikut ini:

  1. Seni Gambar
    Ayah dan Bunda bisa menemukan jenis gambar “step by step drawing untuk menemukan aneka gambar yang bisa menjadi media belajar menggambar bagi sang buah hati. Gambar dalam bentuk “step by step drawing” akan mengajarkan cara menggambar suatu obyek selangkah demi selangkah, sehingga mudah diikuti oleh anak-anak.

    Ada juga jenis gambar “line drawing, yang mana anak-anak bisa belajar menggambar aneka obyek menarik dalam bentuk sketsa atau gambar garis (tidak berwarna).

  2. Seni Musik
    Bila Ayah dan Bunda ingin menemukan instrumen (bentuk karaoke) aneka lagu anak, Anda bisa menemukannya di Youtube dengan mengetik “judul lagu” ditambah kata “karaoke” atau “instrumen”.

    Ayah dan Bunda juga bisa menemukan aneka gerak lagu anak dengan gerakan atau tarian dengan mengetik “gerak lagu” diikuti dengan “judul lagu” yang Anda cari.

Contoh aneka lagu edukasi bisa Ayah dan Bunda temukan di platform lagu edukasi KOLAK (Koleksi Lagu Anak)

2. Media Sosial sebagai Sarana Publikasi

Beberapa orang tua mungkin sangat berhati-hati untuk mempublikasikan foto dan data pribadi anak. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena setiap media sosial biasanya akan menyediakan menu “private”. Ayah dan Bunda juga bisa memilih siapa saja yang bisa menjadi anggota atau follower dalam media sosial Anda.

Ayah dan Bunda juga bisa hanya memposting karya-karya seni yang tidak menampilkan wajah anak, misalnya:

  • Video klip yang memperdengarkan suara vokal anak bernyanyi (tidak menampilkan wajah anak), tapi hanya menampilkan video syair lagu dan gambar pemandangan.
  • Hasil karya kerajinan tangan atau craft yang dibuat si kecil.
  • Buah karya seni rupa atau gambar yang dilukis anak.

Ayah dan Bunda bisa memberikan kesempatan kepada si kecil untuk mendokumentasikan, mengedit, dan memposting hasil karyanya, sehingga ia tidak hanya belajar cara membuat suatu karya, tapi juga belajar tentang cara membuat suatu postingan menjadi lebih menarik dan cathcy.

3. Aktivitas Belajar dengan Bermain

Ayah dan Bunda bisa mengajak anak melakukan gerak lagu bersama. Bangunlah suasana gembira agar si kecil tertarik mengikuti instruksi dan gerakan Anda. Jangan lupa pula untuk menyampaikan nilai edukasi dari setiap aktivitas yang baru saja dilakukan. Misalnya, saat Anda mengajarkan gerak lagu tentang gajah, Anda bisa memberikan beberapa pertanyaan tentang gajah, misalnya tentang ciri-ciri, cara berjalan, dan lainnya.

Bila Ayah dan Bunda ingin mengajarkan tehnik menggambar, Anda bisa mengajak anak keluar rumah. Di luar rumah tentu ada aneka macam obyek nyata yang bisa digambar anak. Anda bisa meminta si kecil untuk menggambar salah satu obyek nyata tersebut. Hal terpenting dalam melakukan aktivitas ini bukanlah kualitas menggambar anak. Namun, hal yang paling penting adalah anak bisa melakukan aktivitas positif dan bisa mengajak anak beraktivitas seni yang fun.

Ayah dan Bunda bisa mengajak anak menggambar dengan cara yang menyenangkan dengan aplikasi "Marbel Mewarnai Anak"


4. Orang Tua yang Partisipatif dalam Berkegiatan

Saat melakukan kegiatan seni, jangan biarkan si kecil melakukannya sendiri. Ayah dan Bunda bisa mengajak anak menggambar bersama, menari bersama, membuat kreasi kerajinan tangan bersama, dan lainnya. Peran orang tua yang ikut terlibat dalam kegiatan seni bersama anak adalah agar orang tua bisa memberikan contoh dan tentu saja agar si kecil bisa lebih termotivasi, serta tidak merasa melakukan sendirian.

5. Mengajak Anak untuk Berdiskusi

Setelah anak selesai membuat suatu karya, ajaklah ia untuk berdiskusi tentang karya yang baru saja ia buat. Misalnya, bila si kecil telah selesai menggambar sebuah rumah, Ayah dan Bunda bisa menanyakan tentang apa saja bagian rumah dan apa manfaat setiap bagian rumah, sehingga anak semakin banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dari karya yang telah selesai ia buat.

6. Penyediaan Sarana Berkegiatan Seni

Ayah dan Bunda bisa menyediakan alat dan bahan yang bisa digunakan anak dalam berkegiatan seni, misalnya krayon, spidol, kertas gambar, kertas origami, kertas manila, dan lainnya. Seorang seniman saja kadang membutuhkan momen yang pas agar bisa membuat suatu karya seni yang berkualitas. Namun, untuk anak usia dini penyediaan alat dan bahan di ruang berkreasi adalah sebagai sarana anak agar bisa berekspresi. Anak bisa melepaskan emosi negatifnya saat ia membuat suatu karya atau melakukan suatu aktivitas seni, baik dalam bentuk tulisan, gambar, atau suara. Siapa tau karya sang buah hati memiliki nilai jual, karena memiliki nilai seni yang tinggi.

Sang buah hati juga butuh media dongeng sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi, memperkaya kosakata baru, mengembangkan karakter, meningkatkan daya imajinasi, dan mengembangkan kecerdasan bahasa anak. Yuk, ajak sang buah hati menonton dongeng di bawah ini!

7. Orang Tua Bisa Memberikan Pilihan dan Berperan sebagai Fasilitator

Saat mengajak si kecil berkegiatan seni, biarkan ia memilih kegiatan seni apa yang ingin ia lakukan. Bila ingin menggambar sesuatu, biarkan pula si kecil menentukan obyeknya dan berikan pula kebebasan bagi si kecil, apakah ia mau dibimbing secara melekat atau Anda hanya diminta untuk menemani saja.

Keterampilan anak dalam membuat karya seni akan semakin cepat berkembang saat anak bisa membuat suatu karya seni yang jujur (berasal dari keinginannya atau idenya sendiri), tanpa ada unsur paksaan dari orang tua. Namun, orang tua juga perlu siap membantu jika anak benar-benar membutuhkan bantuan atau pendampingan. 

Perkembangan teknologi akan semakin memperluas peluang para pekerja seni untuk mempublikasikan dan memasarkan karya, sehingga bisa dikenal serta diminati oleh banyak orang. Jadi tidak ada salahnya, bila Ayah dan Bunda mengembangkan keterampilan sang buah hati dalam berkesenian sedini mungkin. Semoga tips ini bermanfaat bagi Ayah dan Bunda dalam memberikan pola asuh yang tepat bagi si kecil dalam mengembangkan keterampilan seninya agar lebih optimal.


Sumber Referensi:

1. Curry, S. (2021). Art and empathy: four thought leaders explain the connection [1]

2. Freepik. (2022). Asian child girl play painting with happiness joyful [2]

Author :Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.