Top

Bahan Loose-Part Sederhana untuk Aktivitas Anak dari Bahan Sehari-hari

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

23 Nov 2022

  |  

Parenting

Permainan atau aktivitas dengan bahan loose-parts sangat digemari oleh anak-anak di masa kini, meskipun mereka sangat lekat dengan penggunaan media berteknologi canggih. Dilansir dari mcm.org, permainan atau aktivitas berbahan loose-parts membantu anak dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis. Permainan ini juga mendorong anak untuk menggunakan imajinasi dan bereksperimen dengan ide-ide baru secara bebas.

Bagaimana cara menemukan aneka bahan loose-parts di sekitar? Hal ini sangat penting diketahui, agar Ayah dan Bunda semakin bisa memberikan kesempatan kepada si kecil melakukan variasi aktivitas menarik dan edukatif dengan bahan loose-parts.

1. Bahan Limbah Rumah Tangga

Bila Bunda memasak, coba diperhatikan, bahan-bahan apa saja yang tersisa. Beberapa bahan yang bisa ditemukan antara lain adalah kulit bawang merah, cangkang telur, kulit bawang putih, kulit bawang bombai, batang korek api bekas, dan lainnya. Silakan Anda manfaatkan sebagai bahan pembuat aneka kreasi kolase.

2. Sisa Bahan Bangunan

Ayah dan Bunda sedang melakukan renovasi rumah? Tentu banyak bahan material yang tersisa, dan akan menjadi sia-sia bila dibuang begitu saja. Anda bisa memanfaatkan sisa bahan bangungan seperti lantai keramik, magnet, pasak, potongan kayu, mur, baut, serbut kayu, dan sisa bahan bangunan lainnya untuk membuat aneka kreasi kerajinan tangan menarik.

3. Sisa Berbahan Plastik

Plastik adalah salah satu jenis sampah yang masih menjadi polemik di dunia, karena sampah yang terbuat dari plastik sulit terurai. Tidak ada salahnya Ayah dan Bunda ikut berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik, demi menyelamatkan dunia dari tumpukan sampah di lautan, yang bisa mengakibatkan terjadinya pemanasan global serta mengancam kerusakan lingkungan, khususnya di sekitar lautan.

Sampah plastik yang bisa Ayah dan Bunda manfaatkan sebagai media bermain dan beraktivitas untuk si kecil antara lain adalah botol plastik, tutup botol plastik, bungkus snack plastik, sedotan plastik, dan lainnya.

Agar Si Kecil semakin bersemangat dalam berkreasi dengan bahan limbah serta memahami manfaatnya, Ayah dan Bunda bisa menjelaskannya dengan media dongeng di bawah ini!

4. Bahan Kain

Bila Ayah dan Bunda memiliki kain perca atau pakaian yang sudah tidak layak pakai, silakan dimanfaatkan sebagai media beraktivitas si kecil dengan bahan loose-part. Anda bisa mengajak si kecil membuat aneka kreasi berbentuk baju, celana, pakaian daerah, dan kreasi berbahan kain lainnya.

5. Bahan Kertas

Memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan untuk membuat aneka kreasi juga bisa membantu mengurangi penumpukan sampah dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Beberapa bahan loose-part dari kertas yang bisa dimanfaatkan antara lain kertas HVS bekas, kardus pembungkus susu, kardus pembungkus mie instan, kertas koran, dan lainnya.

6. Media Biji-Bijian

Loose-part berbahan biji-bijian bisa dimanfaatkan untuk membuat kolase. Biji-bijian yang bisa dimanfaatkan antara lain biji kacang hijau, biji jagung, biji kacang, biji kedelai, kwaci, dan lainnya.

Selain bermain dengan media loose-parts, Ayah dan Bunda bisa mengajak si kecil bermain dengan gim edukasi online berikut ini! Agar si kecil makin cerdas, terampil, dan berkarakter!

7. Daun-Daunan

Kreasi paling disuka anak dengan bahan daun-daunan adalah kolase berbentuk hewan dengan bahan daun-daunan. Daun-daunan yang biasa digunakan adalah daun-daunan yang sudah kering, agar mudah direkatkan satu sama lain dengan lem.

8. Bahan-Bahan Loose-Part yang Tersedia di Toko

Bahan-bahan loose-part tidak melulu berasal dari limbah atau barang yang sudah dipakai. Beberapa bahan loose-part bisa dibeli di toko-toko di sekitar rumah Anda, antara lain kancing baju, penjepit kertas berwarna, pom-pom, bola pingpong, telur mainan plastik, dan lainnya. Ada pula bahan-bahan loose-part yang dijual dalam bentuk paket.

Aneka media beraktivitas menyenangkan yang edukatif bisa Ayah dan Bunda dapatkan dengan mengunjungi Toko Marbel Junior.

Penting untuk Diperhatikan

Semakin banyak bahan loose-part yang tersedia, anak semakin bisa berkreasi sesuai dengan keinginan dan imajinasinya. Ayah dan Bunda juga perlu memperhatikan sisi higienis bahan-bahan loose-part yang tersedia dengan cara membersihkan terlebih dahulu atau meminta anak mencuci tangan setelah bermain dengan bahan-bahan loose-part.

Satu hal yang tidak kalah penting, anak-anak usia di atas 4 tahun akan lebih aman bermain dengan bahan-bahan ini, terutama untuk bahan-bahan yang berukuran kecil (bisa tertelan). Namun, selama Ayah dan Bunda selalu menemani si kecil saat beraktivitas pasti semua akan baik-baik saja. Yuk, dampingi si kecil bermain dengan bahan-bahan loose-part agar anak tumbuh semakin kreatif, kecerdasan anak semakin meningkat, dan motorik halusnya kian berkembang.


Sumber Referensi:

1. Minesota Children's Museum. (2020). The benefits of loose parts play [1]

2. Freepik.com. (2022). Young child making diy craft project with tshirt [2]

3. Freepik.com. (2022). Close up human hand holding origami fish bird [3]

 

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.