Top

Ide Aktivitas Pembangun 6 Dimensi Karakter Profil Pelajar Pancasila untuk Anak PAUD

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

22 Feb 2022

  |  

Parenting

Profil Pelajar Pancasila adalah sosok pelajar yang memiliki karakter kuat yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Anak-anak usia PAUD membutuhkan bantuan dari orang tuanya, agar karakter ini bisa berkembang dengan lebih optimal.

Ada 6 dimensi pembentuk dari profil pelajar Pancasila. Inilah aneka ide aktivitas bersama Ayah dan Bunda yang bisa diaplikasikan dalam hidup sehari-hari Si Keci, agar ia semakin bertumbuh sesuai dengan 6 dimensi pembentuk dari profil pelajar Pancasila. Yuk, kita simak bersama!

 

Nikmati diskon 50% untuk 1 bulan berlangganan dan 1 tahun berlangganan/akses selamanya di aplikasi unggulan Educa Studio hanya dengan menukarkan poin yang Bunda miliki di aplikasi MyValue.

1. Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia

Semua agama pasti mengajarkan kebaikan. Maka dukungan Ayah dan Bunda dalam menumbuhkan iman dan takwa kepada Tuhan sangatlah penting. Ajarkan kepada Si Kecil pentingnya berdoa, beribadah, dan melakukan kebaikan. Sikap patuh pada nasihat orang tua, santun dalam bertutur serta bersikap, dan welas asih kepada sesama, perlu diajarkan mulai dari rumah. Dimensi ini adalah dasar dari dimensi yang lain dan perlu menjadi prioritas, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dengan berlandaskan iman kepada Tuhan.

Teladan Ayah dan Bunda yang taat beribadah, rajin berdoa, dan selalu melakukan perbuatan yang selaras dengan ajaran agama akan menjadi modal yang penting. Mengapa? Karena Si Kecil adalah peniru yang ulung.

Kisah Nabi (KABI) sangat bermanfaat dalam membangun karakter Si Kecil. KABI kini hadir di platform Vidio.com

 

2. Mandiri

Tolak ukur Si Kecil yang mampu berperilaku mandiri adalah bisa melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang lain. Ayah dan Bunda bisa memulainya dengan membiasakan Si Kecil agar bersedia membereskan mainan sendiri, membereskan tempat tidur sendiri, hingga ia mampu membantu orang tua saat melakukan tugas dalam keluarga, dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti menyiram tanaman atau menyapu lantai.

Meski di rumah ada asisten rumah tangga, namun Si Kecil juga perlu belajar melakukan aktivitas sederhana tanpa bantuan orang lain, atau dengan sedikit bantuan dari orang lain, supaya ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Inilah dongeng pembangun perilaku mandiri anak karya Bapak Andi Taru dan tim Educa Studio.


3. Bergotong-royong

Selain bisa melakukan segala sesuatu secara mandiri, dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila yang perlu dibangun adalah gemar bergotong-royong. Bagaimanapun kita diciptakan sebagai makhluk sosial, yang saling membutuhkan satu sama lain. Orang tua bisa mengajak anak melakukan kerja bakti bersama membersihkan rumah, mencuci mobil bersama anak, merawat kebun bersama anak, dan lainnya. Hal ini akan memupuk jiwa kebersamaan, kekompakan, kerja sama, dan gotong royong.

Di masa depan, ada banyak peluang kerja yang membutuhkan kolaburasi dengan orang lain untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Dongeng ini mengajarkan Si Kecil tentang manfaat kerja sama.

4. Berbhinekaan Global

Era globalisasi membuat kompetisi semakin ketat. Dengan perangkat komunikasi, semua orang bisa menjangkau pasaran dunia. Agar Si Kecil memiliki sikap terbuka dalam menerima perbedaan, tidak hanya atas dasar satu suku atau bangsa, semangat berbhinekaan global sangat penting. Harapannya, Si Kecil bisa berelasi dengan banyak orang tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

Koleksi dongeng RIRI dan KABI kini bisa didengarkan di Pogo FM

Sejak usia dini, Ayah dan Bunda perlu menghindari sikap yang membatasi Si Kecil bergaul dengan teman dari suatu etnis atau kewarganegaraan tertentu saja, apalagi dengan teman sekolah.

Ayah dan Bunda perlu bersikap bijak dalam menciptakan suasana persaudaraan dengan siapa saja, selama ia berada di lingkungan yang baik dan bisa dipercaya, misalnya di sekolah atau komunitas yang baik.


Baca juga:
1. 5 Aktivitas Seru Bulan Ramadan dengan Memanfaatkan Bola Plastik Kecil

2. 6 Variasi Aktivitas Menarik untuk Belajar Huruf Selama Bulan Ramadan


5. Bernalar Kritis

Pendidikan zaman dahulu memang sangat berpusat pada guru. Namu, di era sekarang, metode pendidikan dan pengajaran harus mampu membuat siswa lebih aktif dan bernalar kritis. Dengan kemampuan ini, anak akan semakin mampu mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini sangatlah penting, karena di zaman sekarang ada aneka cabang ilmu yang baru, dan tentunya dengan kemampuan bernalar kritis, di masa depan anak semakin bisa menciptakan peluang bisnis atau pekerjaan yang baru.

Ayah dan Bunda perlu rajin dalam mengajak Si Kecil bercerita dan berinteraksi di saat-saat family time. Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Tugas orang tua masa kini adalah mendampingi, mendukung, dan mengarahkan apa yang menjadi bakat serta minat sang buah hati.

Untuk anak usia PAUD, kemampuan bernalar kritis bisa dilatih dengan aneka permainan edukasi yang memungkinkan mereka belajar cara memecahkan masalah. Beberapa permainan tersebut antara lain:

6. Kreatif

Dengan ilmu yang dimiliki, kemampuan bernalar kritis serta jiwa seni yang dimiliki oleh setiap manusia, muncullah aneka kreativitas yang unik. Teknologi masa kini membuat banyak hal yang dahulu tidak mungkin dibuat serta dilakukan, sekarang bisa terwujud di dunia nyata.

Berawal dari rumah, Ayah dan Bunda bisa mengajarkan kepada Si Kecil cara membuat sesuatu, baik yang berwujud produk nyata maupun dalam bentuk soft-file atau dengan cara berkreasi secara nyata maupun melalui perangkat komunikasi.

Karya-karya kreatif dalam wujud nyata bisa berupa kreasi origami, kerajinan tangan, seni rupa, dan lainnya. Karya-karya tersebut bisa dipublikasikan di dunia maya dengan bantuan perangkat teknologi.

Ayah dan Bunda bisa menemukan aneka kreatifitas craft menarik yang bisa diajarkan kepada Si Kecil di platform duniabelajaranak.id.

6 dimensi profil pelajar Pancasila di atas akan bisa terwujud dengan lebih optimal bila ada kerja sama yang baik, antara pihak sekolah dan orang tua. Semoga di masa depan, makin banyak terlahir influencer-influencer  yang mampu memberi dampak positif bagi bangsa Indonesia dan bagi dunia.

Kembangkan kreativitas Si Kecil dalam menggunakan perangkat teknologi agar mampu membuat konten edukatif dan bermanfaat bersama Kelas Kreatif Gamelab.id.

 


Sumber Referensi:

1. Freepik.com (2022). Full shot father girl scrubbing wooden chair [1]

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.