Top

Bullying di Sekolah: Apa Saja Macam dan Dampaknya? Bagaimana Agar Siswa dapat Mengatasinya?

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

23 Mei 2023

  |  

Edukasi

Bullying bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sekolah, sebagai tempat belajar, bisa juga menjadi tempat terjadinya kasus bullying. Bullying bisa membawa dampak negatif bagi korban, pelaku, dan siswa lain yang menyaksikan. Lalu, apa saja macam dan dampaknya? Bagaimana agar siswa dapat mengatasinya?

Video Edukasi “Melawan Perundungan”: Cara “Stop Bullying” yang Menyenangkan dan Efektif

 

Dilansir dari stopbullying.gov, anak-anak yang di-bully dapat mengalami masalah kesehatan fisik, sosial, emosional, akademik, dan mental yang negatif.

Pelaku bullying juga bisa mengalami kekhawatiran atau kecemasan. Mengapa? Karena pelaku bullying sebenarnya juga merasa tidak tenang karena telah melakukan tindakan kurang terpuji. Ia khawatir bila ia akan mendapatkan pembalasan atau takut bila aksi kurang terpujinya ketahuan oleh pihak guru atau otoritas sekolah.

Baca juga: Cara Mengatasi Bullying di Sekolah, Guru Harus Tahu!

Sedangkan, para siswa lain yang menyaksikan bisa terdorong untuk melakukan tindakan yang serupa atau mengalami trauma. Itulah mengapa, bullying harus dicegah. Para siswa juga harus mendapatkan edukasi tentang cara mengatasi bullying.

Inilah beberapa hal yang perlu diinformasikan kepada para siswa agar mereka semakin baik dan bijaksana dalam mengatasi bullying.

1. Siapa yang Cenderung Menjadi Pelaku Bullying?

Pelaku bullying biasanya adalah siswa yang memiliki kelebihan atau kekuatan tertentu, misalnya siswa yang orang tuanya memiliki jabatan penting, siswa yang berbadan besar, siswa yang jago bela diri, dan lainnya. Ia menggunakan kelebihannya untuk menindas siswa lain yang lebih lemah.

Video “Marbel Diriku”: Mengajak Siswa untuk Terampil Bersosialisasi dan Mengenal Potensi Diri

 

Pelaku bullying biasanya juga memiliki rasa dendam di dalam hatinya, misalnya dengan kakak kelas, orang tua, atau teman lainnya. Ada kemungkinan ia juga pernah mengalami atau melihat tindak kekerasan yang membekas dalam hati atau pikirannya. Hanya saja, ia melampiaskannya kepada siswa lain yang terlihat lemah.

2. Kapan Bullying bisa Terjadi?

Bullying bisa terjadi di kelas (saat tidak ada guru di kelas), di sudut-sudut atau ruang-ruang sekolah yang sepi (misalnya di toilet atau di ruang Sains), atau bahkan di jalan (sepulang sekolah).

Koleksi Lagu Anak Tematik TK dan PAUD: Terdapat Koleksi Lagu Edukasi Pembangun Karakter. Agar Siswa Semakin Tumbuh Rasa Percaya Diri dan Menghargai Sesama dengan Cara Bernyanyi.

 

3. Apa Saja Macam-Macam Bullying?

A. Bullying Verbal

Bullying verbal juga memiliki beberapa variasi, yaitu:

  • Mengganti Nama Panggilan: Korban bullying bisa dipanggil dengan nama-nama atau kata-kata yang kurang sopan atau ada unsur ejekan / merendahkan.
  • Mengucapkan Kata Kasar / Jorok: Pelaku bullying bisa mengatakan hal-hal yang kurang baik. kasar, atau jorok kepada korban. Kata-kata tersebut bermaksud untuk menjatuhkan mental korban bullying agar ia semakin terlihat lemah di mata teman-teman lainnya.
  • Kata-Kata yang Bersifat Rasis: Korban bullying yang sering mendapatkan kata-kata yang bersifat rasis biasanya adalah para siswa yang minoritas (suku, jenis rambut, warna kulit, agama, dan lainnya berbeda dengan siswa lain kebanyakan).

MACACI (Gemar Membaca Sedari Kecil): Educa Studio hadir memberikan HARGA SPESIAL hanya Mulai dari Rp 40Ribuan untuk berlangganan aplikasi tersayang Belajar TK PAUD bersama Marbel. Ambil promonya dengan klik gambar di bawah.

  • Kata-kata yang Bersifat Mengancam: Beberapa contoh kata-kata yang bersifat mengancam adalah “Awas kamu nanti kalau berani akan aku p*kul!” atau kata-kata lain yang bertujuan untuk membuat korban merasa tidak tenang. Pelaku bullying akan merasa puas dan lebih “berkuasa” saat bisa mengucapkan kata-kata ancaman kepada korban, apalagi bila dilakukan di depan umum.

Sibukkan Anak dengan Aneka Aktivitas Positif agar Semakin Terbangun Karakter Positifnya dengan Koleksi Lembar Kerja Anak Gratis - Unduh Gratis dengan Klik Gambar di Bawah Ini

 

B. Bullying Fisik

Physical bullying (bullying fisik) adalah bullying yang dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik, misalnya mencubit, mendorong, menendang, dan lainnya.

Beberapa pelaku bullying sudah memahami trik agar tindakan kekerasan fisik yang ia lakukan tidak meninggalkan bekas, misalnya dengan memukul pada bagian lengan, mencekik, menjewer, dan lainnya. Bullying fisik juga bisa dilakukan dengan mengambil barang milik korban.

KABI (Kisah Nabi): Media Pembangun Karakter Berlandaskan Nilai-Nilai Islami. Kini Hadir di Platform Vidio

 

Guru harus cermat saat menyelidiki kasus bullying seperti ini. Hal paling aman dan paling penting dilakukan oleh pihak sekolah adalah memasang CCTV di setiap sudut ruangan sekolah.

Baca juga: Mengenal Verbal, Physical, dan Social Bullying serta Cara Mencegahnya.


C. Bullying di Dunia Maya (Cyber Bullying)

Perangkat komunikasi bisa menjadi media untuk melakukan bullying. Beberapa aplikasi atau platform yang bisa menjadi media cyber bullying adalah Whatsapp, Facebook, Youtube, Instagram, dan lainnya.

Tujuan dari cyber bullying adalah untuk menghina, mengancam, dan menjatuhkan mental seseorang.

Baca juga:
Mendidik Anak Menjadi Bijaksana Menggunakan Internet
Cyberbullying Pada Anak: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

4. Apa Dampak Negatif Bullying?

Beberapa dampak bullying bagi para korban adalah:

  • Mengalami Stres atau Tertekan
  • Menjadi Anti Sosial
  • Cenderung Kurang Percaya Diri dan Rendah Diri
  • Tidak Memiliki Teman
  • Menyakiti Diri Sendiri atau Bahkan Bunuh Diri

Baca juga: Si Kecil Masuk SD? Kembangkan Keterampilan Sosial dengan Cara Mudah Ini

Korban bullying memiliki kecenderungan untuk menjadi pelaku bullying juga. Bila tidak ada tindakan pencegahan dan penanganan yang baik, kasus bullying bisa menjadi suatu kasus yang berkepanjangan, seperti virus penyakit yang tidak segera ditemukan vaksinnya.

5. Bagaimana Mengatasi Bullying?

Berikan edukasi kepada siswa bila ia menjadi korban bullying atau menjadi saksi dari suatu kasus bullying sebaiknya segera melapor kepada guru. Yakinkan kepada siswa, bahwa guru pasti memiliki cara yang baik dan bijaksana untuk menyelesaikan kasus bullying.

Berikan pengertian kepada siswa, bahwa melaporkan perilaku negatif bukan berarti si pelapor adalah tukang adu. Namun, teguhkan hati siswa bahwa melaporkan tindakan bullying adalah salah satu sikap peduli kepada sesama.

Buku Edukasi Cetak karya Bapak Andi Taru dan Tim Educa Studio: Media Edukasi Anak agar Tidak Kecanduan Gadget dan Mencegah Perilaku Negatif Lainnya.

6. Apakah Boleh Siswa Mencegah Tindakan Bullying Sendirian?

Jawabnya adalah tidak boleh, apalagi bila tindakan bullying tersebut dilakukan oleh banyak siswa. Bisa jadi siswa yang menjadi saksi kasus bullying akan menjadi korban.

Sarankan kepada siswa yang menjadi saksi kasus bullying agar segera melapor kepada guru atau sekuriti. Usahakan pula agar saat melaporkan kejadian, pelaku bullying tidak mengetahui siapa pelapornya. Guru pasti juga akan memiliki cara untuk menginvestigasi suatu kasus bullying agar tidak terlalu menjadi suatu “berita besar”. Mengapa? Karena nama baik sekolah pasti juga perlu dijaga saat guru berusaha menyelesaikan suatu kasus bullying.

Baca juga: Bullying Pada Anak: Kenali Tandanya dan Panduan Lengkap untuk Membantunya

Para guru, mari edukasi siswa sedini mungkin. Karena mencegah bullying dengan cara mengedukasi siswa adalah langkah yang terbaik!

Yuk, Bantu Optimalkan Skill dan Kreativitas Si Kecil Sejak Dini bersama Kelas Kreatif Gamelab.id.

 


Sumber Referensi:

1. Stopbullying.gov. (2021). Bullying effect [1]

2. Freepik.com. (2021). potrait asian angry sad little girl [2]

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.