Top

Manfaat Kegiatan Pembelajaran Merdeka di Alam Terbuka

08 November 2022

Di tengah era digital seperti ini, anak-anak banyak disibukkan dengan beragam aktivitas menggunakan gadget mereka, padahal pembelajaran di alam terbuka atau outdoor learning sangatlah penting untuk anak-anak. Dilansir dari Outdoor Classroom Day, seorang guru yang bernama Emaa Gedge, mengatakan:

"Pembelajaran di alam terbuka membantu mengembangkan gaya hidup dan rutinitas yang sehat dan aktif bagi siswa kami. Hal ini dilakukan setiap hari sembari memberi mereka pengalaman langsung di dunia alami kita. Melalui pengalaman ini, anak-anak belajar untuk memahami dan menghormati alam, serta merasakan hubungan dengan dunia dan kehidupan sosialnya."

Alam telah memberikan kenyamanan kepada anak-anak, sehingga di dalam hati anak-anak pun akan timbul keinginan untuk menjaga alam ciptaan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Di dalam artikel ini, kita akan mengulas aneka manfaat belajar di alam terbuka dan beberapa contoh aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak.

1. Menyehatkan Tubuh

Di alam terbuka, anak memiliki keleluasaan yang lebih besar untuk bergerak. Namun, dengan bimbingan dari guru, anak-anak bisa bergerak dengan lebih teratur sehingga tidak terlalu menghabiskan energi. Energi mereka akan lebih banyak digunakan secara efektif.

Tubuh dan tulang anak menjadi lebih sehat dan kuat. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak pun menjadi lebih optimal. Selain itu, bergerak di alam terbuka juga bermanfaat untuk menguatkan motorik kasar anak.

Anak akan belajar mengoordinasikan motorik kasar yang merupakan dasar dari segala keseimbangan tubuh dan otaknya. Dengan bergerak secara merdeka dan lincah, secara tidak sadar anak berlatih mengembangkan kelincahan berpikirnya. Aktivitas balapan (misalnya balap lari atau balap karung), senam, ataupun sepak bola bisa menjadi pilihan.

2. Mengembangkan Kognitif

Aktivitas di alam terbuka bisa mengembangkan kognitif atau pengetahuan anak. Anak bisa diajak untuk melakukan pengamatan, penyelidikan, dan berdiskusi bersama. Semakin luas wawasan yang anak miliki dalam bidang ilmu pengetahuan, minat anak pun akan semakin berkembang. Anak yang tadinya memiliki hobi menjelajah alam bisa mengembangkan hobinya menjadi seorang peneliti setelah mengetahui bahwa banyak hal yang bisa dipelajari di alam semesta. Dengan melakukan pengamatan, penelitian, dan berdiskusi secara berkelompok, anak juga menjadi semakin kreatif dalam hal problem solving.

Konsentrasi anak–anak akan semakin berkembang, karena saat mereka mengaktifkan motorik kasar (dengan banyak bergerak), anak harus tetap bisa bersikap tenang saat berdiskusi dan melakukan penelitian. Dengan konsentrasi yang baik, daya ingat dan kemampuan memahami yang dimiliki anak akan lebih optimal.

Selain aktivitas yang bersifat penelitian dan pengamatan, anak-anak juga bisa mengembangkan kognitif dengan aneka permainan. Salah satu contoh permainannya adalah melempar bola ke dalam keranjang. Mereka bisa diberikan aneka pertanyaan untuk mendapatkan poin setelah berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang.

3. Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak

Saat anak-anak melakukan penelitian dan pengamatan di alam terbuka, anak bisa memahami aneka kosakata baru. Kegiatan berdiskusi bersama teman-teman juga bisa meningkatkan keterampilan mereka dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Guru juga bisa mengajak anak-anak untuk melakukan presentasi di alam terbuka atau membuat vlog. Melalui aktivitas ini, guru bisa meminta anak untuk menjelaskan suatu tanaman, kemudian aktivitas tersebut direkam dengan menggunakan kamera handphone. Kecerdasan bahasa anak juga bisa dikembangkan dengan meminta anak untuk menulis sebuah cerita, lalu menceritakannya di depan teman-teman.

4. Mengembangkan Kecerdasan Emosi

Saat melakukan aktivitas di luar ruangan, biasanya anak-anak akan merasa senang. Cahaya matahari juga membuat tubuh anak menjadi lebih segar, sehingga secara emosi mereka juga akan menjadi lebih baik.

Saat bermain di luar ruangan, anak-anak akan lebih mampu untuk menghabiskan energi mereka. Segala emosi negatif, seperti marah, sedih, lelah, khawatir, akan terbuang dengan melakukan banyak hal positif. Apalagi aneka kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan teman-teman, pasti anak-anak akan merasa gembira.

Kegiatan pengembangan emosi seperti bermain peran, membaca puisi, bernyanyi bersama (dengan variasi lagu bertempo atau berirama lambat, cepat, dan ceria) sangat baik untuk dilakukan anak-anak.

5. Kecerdasan Sosial

Kegiatan berkelompok akan melatih anak untuk bisa saling memahami dan menerima:
- perbedaan fisik, suku, ras, agama
- perbedaan pendapat
- perbedaan karakter
- perbedaan jenis kelamin (yang mengarah pada perbedaan karakter)

Kegiatan lain yang sangat baik untuk mengembangkan kecerdasan sosial anak adalah:
- melakukan kerja bakti membersihkan taman.
- membuat kreasi kerajinan tangan dengan bahan limbah.
- membuat papan aturan tentang menjaga kebersihan (berbahan kertas tebal atau karton).

Guru bisa menjelaskan kepada anak-anak didiknya tentang tujuan dari melakukan kegiatan di atas, agar mereka dapat memahami manfaat sosial dari apa yang akan mereka kerjakan.


Sumber Referensi:

1.Gadge, E. (2017). My experience with outdoor learning in kindergarten [1]

2. Nell (2018). Outdoor learning and nature activities for kids [2]

Author :Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.