Top

Tidur Berkualitas Membuat Anak Menjadi Cerdas

Oleh Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

  |  

16 Okt 2022

  |  

Parenting

Anak usia dini membutuhkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Dikutip dari healthiergeneration.org:

"Anak-anak tahu bahwa mereka harus makan dengan baik dan aktif secara fisik, tetapi mereka tidak selalu mengerti bahwa tidur yang sehat juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat."

Anak yang memiliki kesehatan tubuh yang baik tentu akan memiliki kemampuan berpikir dan daya ingat yang baik pula. Dengan kata lain, istirahat yang cukup dan berkualitas bisa menstimulasi kecerdasan anak. Lantas, bagaimana orang tua bisa mengusahakan agar si kecil memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas?

1. Memahami Durasi Tidur Terbaik yang Sesuai dengan Usia Anak

Dilansir dari health.kompas.com, waktu tidur terbaik untuk anak sesuai dengan usianya adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 1 - 2 tahun harus mendapatkan 11 sampai 14 jam tidur setiap hari.
  • Anak usia 3 - 5 tahun harus mendapatkan 10 sampai 13 jam tidur setiap hari.
  • Anak usia 6 - 12 tahun harus mendapatkan 9 sampai 12 jam tidur setiap hari.
  • Remaja usia 13 - 18 tahun harus mendapatkan 8 sampai 10 jam tidur setiap hari.

Selain memahami waktu tidur terbaik, orang tua juga perlu mengingatkan anak kapan ia harus tidur dan kapan ia bisa beraktivitas. Tentu saja, orang tua perlu menjadi teladan yang baik untuk anaknya dengan beristirahat yang cukup, atau paling tidak membantu anak untuk menciptakan suasana tenang serta nyaman untuk tidur.

2. Tidak Meletakkan Terlalu Banyak Mainan di Kamar Tidur

Anak usia dini masih memiliki tingkat keaktifan yang tinggi untuk bergerak. Ia juga masih memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga mudah tertarik untuk menyentuh dan memainkan apa yang ia anggap menarik. Biarkan si kecil membawa satu atau dua mainan kegemarannya saja, misalnya boneka kesayangan.

Tentunya mainan yang boleh dipegang anak saat tidur adalah mainan dengan tekstur yang empuk atau lentur sehingga mengurangi kemungkinan anak terluka saat membawa, memegang, atau memeluk mainan tersebut.

3. Waktu Beraktivitas dan Beristirahat yang Seimbang

Anak usia dini masih sangat aktif bermain dan beraktivitas karena energinya masih begitu banyak. Bila orang tua terlalu membiarkan anak bermain, anak akan sangat sulit mengendalikannya. Anak akan menjadi kelelahan serta rentan terserang penyakit.

Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi energinya. Namun, orang tua juga harus mengingatkan anak kapan waktu untuk beristirahat. Pada umumnya, anak yang memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi energinya akan lebih mudah tidur. 

4. Tidak Membiasakan Anak Menonton TV sebagai Pengantar Tidur

Agar anak tidak terbiasa menonton TV untuk bisa tidur dengan lelap, orang tua bisa meletakkan TV di ruang tamu atau ruang keluarga saja. Hindarilah meletakkan TV di ruang tidur anak karena hal ini bisa membawa dampak buruk bagi anak.

Anak akan terbiasa untuk tidur saat matanya lelah karena pengaruh radiasi layar televisi (bukan karena memang ia memiliki keinginan untuk beristirahat). Kebiasaan melihat layar monitor (TV, handphone, atau laptop) sebagai pengantar tidur karena mata yang lelah, dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan mata dan tubuh anak. 

Menemani anak dan menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Kebiasaan ini juga bisa memupuk jalinan kasih orang tua dan anak.

5. No Handphone Time Before Sleep

Selain televisi, sangat disarankan bagi orang tua untuk tidak mengizinkan anak bermain handphone dan perangkat komunikasi lainnya. Handphone dengan aplikasi media sosial, gim, dan lainnya, bisa membuat anak sulit mengontrol dirinya agar berhenti menggunakan handphone. Ia bisa lupa akan pentingnya waktu istirahat yang berkualitas. Kebiasaan ini tentu juga akan membawa dampak buruk bagi anak.

Selain bisa mengganggu kesehatan mata, kebiasaan ini bisa membawa dampak buruk bagi anak secara mental, yaitu kecanduan handphone. Selain itu, bila handphone lupa untuk dimatikan (atau di-flight mode), radiasinya juga bisa mengganggu kesehatan tubuh dan otak anak.

6. Gunakan Lampu Tidur (Redup)

Orang tua perlu mengusahakan agar si kecil diterangi dengan lampu yang redup atau tidak terlalu terang saat tidur. Menurut para ahli kesehatan, hormon melatonin atau hormon tidur (bermanfaat untuk membantu mengatur dan memberi sinyal, kapan waktu untuk tidur dan waktu untuk terjaga) hanya akan diproduksi saat suasana gelap atau tidak terlalu terang.

Untuk Bunda yang memiliki anak usia 1 sampai 3 tahun, lampu yang redup atau tidak terlalu terang juga akan mempermudah Anda saat menyusui atau mengganti popok si kecil.

7. Menasihati dan Melatih Anak untuk Mandiri Mengatur Pola Tidur

Pembiasaan-pembiasaan di atas perlu ditanamkan kepada si kecil sedini mungkin. Dampingilah anak saat ia belum bisa rutin melakukannya. Berikan motivasi kepada anak agar ia bisa mengatur pola tidur yang baik dan menjelaskan kepadanya manfaat memiliki waktu tidur yang baik serta berkualitas.


Sumber Referensi:

1. Healthier Generation. (2018). How kids can sleep smarter and perform better [1]

2. Pininta, A. (2016). Jam berapa sebaiknya anak tidur malam [2]

Bagikan artikel ini

Author :

Kak Zepe (ZP. Heru Budhianto. KP)

Kak Zepe adalah pencipta lagu edukasi, pengajar di SD Olifant Sleman DIY, dan penulis artikel edukasi dan parenting.